Selamat Malam.
Salam.
Pertama, apa itu Optisystem? jadi Optisystem adalah sebuah perangkat lunak yang dapat digunakan untuk melakukan simulasi suatu jaringan fiber optik mulai dari sentral sampai end-user, selain itu Optisystem juga mendukung untuk pengukuran jaringan seperti Power Link Budget dan Rise Time Budget.
Oke kita mulai ya...
Dalam melakukan perancangan jaringan FTTX, ada beberapa poin penting yang harus kita tentukan terlebih dahulu, diantaranya:
- Panjang link atau jalur dari sentral s/d pelanggan.
- Daya pancar di sentral.
- Panjang gelombang yang digunakan.
- Penggunaan penguat atau amplifier.
- Berapa kali sambungan kabel.
- Responsivitas perangkat penerima.
Setelah kalian mengetahui requirements dari beberapa poin tersebut, jadikanlah nilai tersebut sebagai tolok ukur atau standard dalam menentukan kualitas jaringan.
Berikutnya adalah memulai perancangan...
Pada kasus ini yang akan saya contohkan adalah perancangan jaringan FTTH (FTT-Home) karena merupakan perancangan jaringan optical fiber yang paling kompleks. Dalam perancangan ini saya menggunakan cara 2-stage untuk arah downstream dengan mengacu pada teknologi GPON.
Apa itu 2-Stage?
Jadi, dalam perancangan jaringan kabel optik ada 2 cara : 1 stage dan 2 stage. Sesuai dengan namanya, cara 1 stage hanya menggunakan splitter pasif 1:32 di posisi ODC, sedangkan 2-stage menggunakan splitter pasif 1:4 di ODC dan 1:8 di ODP. Peruntukan 2-stage adalah untuk jaringan perumahan kelas menengah ke bawah, sedangkan 1-stage lebih diperuntukkan untuk wilayah VIP dan berkelas serta customer enterprise seperti hotel berbintang, office, mall, dll.
Oh iya, dalam melakukan perancangan FTTX ingat kembali arsitektur jaringan FTTX mulai dari sentral sampai dengan user. Kalau kita urutkan mulai dari sentral berarti ada OLT, ODF, ODC, ODP, roset, dan ONU/ONT.
Untuk arah downstream digunakan panjang gelombang 1490 nm, sedangkat untuk arah upstream menggunakan panjang gelombang 1310 nm.
- Pertama yang harus kita lakukan adalah membuat road-map mulai dari sentral (dalam hal ini berarti OLT). Pada software optisystem tidak disediakan perangkat OLT secara implisit, tapi kita bisa menggunakan perangkat Optical Transmitter sebagai penggantinya yang menyerupai fungsi dari OLT itu sendiri. Buka di folder Default -> Transmitter Library -> Optical Transmitter -> Optical Transmitter, lalu drag and drop ke lembar projectnya.Kita bisa mengubah konfigurasi transmitter tersebut dengan cara double click pada icon perangkat untuk menampilkan window Properties.Pada window properties kita dapat mengatur frekuensi (atau panjang gelombang) kerja optical source, power, extinction ratio, bitrate, jenis modulasi, duty cycle, rise time, dll. Semua pengaturan dapat kita atur secara manual tergantung konfigurasi yang diinginkan.
- Selanjutnya adalah merancang bagian ODF. KIta harus tahu dulu fungsi ODF seperti apa, ODF adalah suatu perangkat yang bisa dikatakan sebagai perangkat pembagi dari satu sentral untuk dibagi-bagi ke dalam beberapa wilayah yang terpisah, Bentuk dari ODF sendiri biasanya seperti rak bertingkat yang setiap baris dan kolomnya memiliki identitas yang berbeda sesuai dengan wilayah/daerah yang dicatu.Dalam merancang ODF, yang perlu kita pasang diantaranya adalah patch cord, connector, dan adaptor. Beberapa tools tersebut dapat kita temukan di folder Default -> Passive Library -> Optical. Sedangkan patch cord sendiri dapat kita ibaratkan sebagai suatu optical fiber cable. Untuk mengatur kriteria dari masing-masing tools, cukup double click untuk memunculkan window properties.
- Yang ketiga adalah ODC, pada ODC biasanya ditempatkan passive splitter 1:4 dimana berarti 1 core fiber input akan menghasilkan 4 core fiber output. Untuk lebih memberikan suatu gambaran yang nyata, berikan juga adaptor dan connector sebagai penghubung ke splitter tersebut. Untuk perangkat splitter, yang perlu kita setting adalah besarnya loss/redaman (dalam dB) melalui window properties sesuai dengan datasheet perangkat di lapangan.Karena biasanya jarak dari ODF menuju ODC yang cukup jauh dan kabel fiber optik dalam satu haspel tidak cukup jangkauannya, maka diperlukan suatu sambungan kabel, oleh karenanya diperlukan suatu sambungan dengan splicing. Pada optisystem, splicing dapat kita ibaratkan dengan suatu attenuator yang memiliki loss tertentu.
- Keempat adalah ODP, ODP biasanya diletakkan di atas tiang atau di bawah (ground) layaknya kotak listrik di taman. Pada posisi ODP ditempatkan passive splitter 1:8, fungsi splitter sendiri adalah untuk membagi power/daya. Jika misalkan kita memiliki daya input 10 dBm, maka setiap cabang output dari splitter akan menghasilkan 1,25 dBm jika dalam kondisi ideal (tanpa ada loss perangkat, L= 0 dB). Sama halnya dengan ODC, berikan juga connector dan adaptor untuk lebih memberikan kesan nyata (real) terhadap perancangan yang kita buat.
- Kelima adalah roset, roset adalah perangkat terminasi akhir setelah kabel optik memasuki rumah (premises) sebelum menuju ke ONU/ONT. Roset biasanya berupa kotak kecil yang berisi adaptor dan mechanical splice. Mechanical splice dapat kita ibaratkan sebagai suatu perangkat attenuator, oleh karenanya kita harus menentukan terlebih dahulu berapa besar attenuasi dari perangkat tersebut.
- Yang terakhir adalah ONT yang merupakan terminasi terakhir dari kabel optik dimana nantinya output sudah berupa kabel tembaga (bukan lagi kabel fiber optik). Perangkat ONT dapat kita ibaratkan sebagai suatu Optical Receiver yang dapat kita temukan pada folder Default -> Receivers Library -> Optical Receivers -> Optical Receiver. Selanjutnya adalah drag and drop ke project kita. Melalui window properties, yang dapat kita atur diantaranya adalah Gain, ionization ratio, responsivitas, dark current, frekuensi cut off, insertion loss, dll.
- Selesai.
Ketentuannya adalah nilai BER tidak boleh lebih besar dari 1x10^-9 (BER <= 1x10^-9), sedangkan Q-factor harus lebih dari 6 (Q >= 6). Untuk power tidak ada kriteria/acuan khusus melainkan harus disesuaikan dengan responsivitas perangkat penerima (receiver).
Contoh hasil perancangan FTTH di Optisystem adalah sbb:
28 komentar
gan, boleh minta master optisystemnya ?
Maaf Gan kalau untuk dikirim nggak bisa kayaknya, mungkin kalau agan anak Tel-U bisa dateng langsung ke Laboratorium Sistem Komunikasi Optik di Gedung N FTE :)
hasil BER saya kenapa tidak muncul dan hasil OPM semuanya -100 ?
kak saya anak d3tt kalo mau tanya- tanya kesana apa bolej?
@Bengkel Network : bisa dipengaruhi oleh transmit power, receiver sensitivity, total panjang link, transmitter type, amplification, dll
@Elly Bee : silakan, bisa sharing-sharing bareng ke lab Sistem Komunikasi Optik di FTE (Gedung N214) atau ke lab Optik di FIT Tel-U
Kak, itu optisystem yang dipake bisa di download bebas ya? Dan apa ada versi tertentu nya?
bisa didapat dari forum-forum resmi, untuk versinya bebas
Forum forum resmi yang gmana kak? Tolong share bisa kak? Soalnya butuh Software itu untuk penelitian
saya alumni gan. dulu d3 TK poltek. saya pake yg optisystem14 evaluation jadinya. btw, kalo mau bikin splitter 2:8 inisialisasinya pake apa ya gan ?
@LittleDR New : udah coba browsing2 Mbak? soalnya saya dapet software ini pas waktu saya masih kuliah di kampus dan kebetulan dapetnya dari lab.
@Gilardi : kalo untuk splitter coba masuk ke folder passive tools, trus cari splitter, disitu ada splitter A x B (A, B adalah jumlah port input/output), jumlah A dan B itu bisa dicreate by properties, semoga membantu.
thanks gan.. ketemu. tapi kalo mau bikin topologi kayak begini bisa ga gan ? dibikin link backup.
https://dru5cjyjifvrg.cloudfront.net/wp-content/uploads/2016/12/Traffic-Flow.png
Mas boleh ngga tanya dikit mengenai optisystem?
@Gilardi : bisa Mas, nanti OLT nya tetap diumpamakan sbg optical transmitter, trus output'an nya dikasih combiner/splitter biar jadi 2 output dan dibikin ring deh, cmiiw.
@Regal : silakan mas Regal..
Halo mas, thx you sharingnya ya
saya mau tanya, kalau untuk melihat nilai Rise Time Budget, bagaimana caranya ya?
Thank you :)
@Eka : mba Eka ini yang ngejapri di IG bukan ya? kalo iya sudah dijawab ya Mba berarti :)
Mas Amri, optisystemnya versi berapa ya? bisa di download dimana softwarenya?
untuk link download maaf saya kurang tau karena ini software ber-lisensi Mas
Mantap kak.. Thanks
untuk menampilkan rise time budget sama SNR gimana kak?
Ka mau nnya dong, beda nya rise time sm latency apa ya? terus mau nnya juga latency pada simulasi GPON di optisystem gimana cara ngitung/dapetin nya? Makasih
kak mau tanya, kalo untuk memberi warna pada optisistem gimana ya
Pake tools rectangle
kl pakek splitter ratio ini bisa di itung gak?
kak adaptor sama connector sama ga sih? di optisystem aku ga ada adaptor di passive library, adanya cuma connector
beda, connector itu yang digunakan di 'ujung' FO, sedangkan adaptor biasanya untuk sambungan dari connector tersebut
betul, bisa
Kak sebelumnya terima kasih udah share ilmunya, saya mau tanya untuk menentukan panjang masing2 kabel fibernya itu bagaimana ya?